Yang dilakukan pertama kali para PK adalah membuang televisi warna untuk diganti dengan televisi hitam putih, dalam artian menghilangkan kemilau warna merah, kuning, biru, hijau dll untuk di rubah menjadi hitam dan putih dalam menjalankan pekerjaannya tidak ada lagi abu-abu atau grey area tetapi yang ada adalah benar dan salah.

Dibutakan matanya agar tidak silau menengok atau melirik ke arah yang salah, menutup kuping  untuk tidak mendengarkan perkataan-perkataan yang akan mempengaruhi netralitas, dan dirobek hatinya sehingga dalam pekerjaan tidak membedakan teman, saudara, tetangga atau orang yang tidak dikenal semua diperlakukan sama sesuai dengan ketentuan yang ada.

Namun dalam aplikasi sehari-hari tidaklah mudah. Realisasi yang dialami dan berjalannya waktu akan menemukan berbagai kendala yang tidak mudah. Terkadang yang menjadi kendala justru bukan hal-hal yang bersifat tehnis substansi melainkan hal-hal yang bersifat di luar masalah tehnis. Justru masalah-masalah tehnis berkaitan substansi tidak pernah ada atau bisa diatasi dengan mudah.

Masalah non tehnis yang muncul bakal menjadi perdebatan sengit yang panjang bahkan tanpa kesimpulan yang jelas, misalnya ketika dihadapkan kepada permohonan bendaharawan yang mengajukan penghapusan sanksi administrasi, secara tehnis masalah selesai pada saat diketahui bahwa pengenaan sanksi administrasi sudah tepat. Akan tetapi akan terbentur dengan nuansa non tehnis sehingga menjadi mengambang.

Begitu juga ketika dihadapkan adanya WP yang terbukti secara nyata-nyata mengalami masalah likuiditas atau bahkan ada tanda-tanda kebangkrutan, maka nuansa rasa kemanusiaan yang seharusnya dimatikan akan berbalik menjadi menguat.

Yang paling banyak menimbulkan kebimbangan adalah realita banyaknya WP yang secara esensi melakukan proses bisnis secara nyata tetapi karena tidak didukung media dokumentasi yang memenuhi ketentuan formal maka transaksi riil tersebut harus terkoreksi.

Ruang lingkup penelitian PK hanya sebatas pada materi sengketa yang diajukan WP, sehingga tidak bisa bermanufer sebagaimana yang dilakukan oleh Pemeriksa. Mengingat akuntansi adalah suatu sistim siklus yang menyeluruh maka pembatasan ruang lingkup ini menjadi suatu pengekangan yang terkadang mengakibatkan proses pembuktian dalam penelitian keberatan menjadi tersendat.

Dalam melakukan tugas pemeriksaan sudah ada petunjuk pelaksanaan yang diatur dalam kebijakan pemeriksaan berupa program pemeriksaan. Tetapi dalam proses penyelesaian keberatan tidak diatur program penelitian keberatan, sehingga tidak memiliki program kerja yang baku.

Untuk keseragaman dalam pekerjaannya maka ditentukan bahwa program penelitian penyelesaian keberatan mengacu (sesuai) dengan program pemeriksaan pada kebijakan pemeriksaan. Sekilas hal ini merupakan langkah cerdas untuk menutup ruang kosong peraturan.

Seperti diketahui bahwa dalam menjalankan penelitian, PK tidak diperkenankan meneliti dokumen atau data yang tidak diperlihatkan pada saat pemeriksaan. Hal ini berarti sumber data yang dipergunakan antara proses Pemeriksaan oleh Pemeriksa harus sama pada proses penyelesaian tingkat Keberatan oleh Penelaah Keberatan.

Masalahnya adalah apabila hasil penelitian PK tidak sama dengan hasil Pemeriksaan. Padahal Input : sumber data yang dipergunakan antara pemeriksa dan PK adalah sama, prosesing : program pelaksanaannya juga sama, dan landasan hukum yang dipakai adalah peraturan yang sama. Maka sewajarnya outputnya : hasil dari pekerjaan itu logikanya harus sama.

Kenapa bisa terjadi perbedaan, ini berarti ada sesuatu yang salah. Tetapi apakah hasil penelitian PK dengan Pemeriksa harus sama? Kalau hasilnya harus sama kenapa PK harus melakukan penelitian bukankah tinggal confirm dengan hasil Pemeriksa dan masalah akan selesai?

Dalam setiap keputusan PK yang menerima atau menolak permohonan WP, atau yang berbeda dengan hasil pemeriksaan maupun yang konfirm dengan hasil pemeriksaan harus bisa atau wajib dipertanggungjawaban. Tetapi dalam menjalankan kewajibannya apakah PK memiliki kewenangan dan fleksibilitas atau harus kaku layaknya sebuah robot?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s