PRODUK GAGAL KAMPUS STAN

Posted: 9 May 2010 in ARTiCLE
Tags: , , , ,

Senjata yang paling ampuh saat ini bukanlah nuklir dengan hulu ledak yang mematikan, melainkan sebuah tulisan ataupun ucapan dalam media informasi, dimana pemegang kendali adalah pemegang media informasi yang bisa mempengaruhi opini publik. Begitu besarnya pengaruh itu sampai bisa mendistorsi logika pemikiran sendiri.

Sabtu, 8 Mei 2010 dalam suatu acara yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Akuntansi FE UMS, setelah selesai memaparkan materi dan memasuki session diskusi saya tercengang ketika ada suatu pertanyaan dari mahasiswa S1 Jurusan Akuntansi yang menanyakan “Apa saja sebenarnya yang diajarkan di STAN, dan bagaimana proses belajar di lingkungan kampus STAN termasuk ahklaknya?”

Pertanyaan ini berkaitan dengan adanya suatu kasus yang melibatkan salah satu alumnusnya dan setiap hari menjadi headline dalam berbagai media informasi. Dalam benak mahasiswa tersebut terselip adanya keingintahuan atau bahkan kepolosannya.

Bagaimana mungkin seorang mahasiswa bisa terdistorsi pemahamannya oleh pemberitaan media informasi, sehingga menyimpulkan kesalahan seorang alumnus kampus terjadi akibat kesalahan sistim pendidikan di kampus tersebut?

Dikarenakan tersentak oleh pertanyaan tersebut, pembicaraan sempat terhenti beberapa saat. Kemudian dengan sabar mulai saya jelaskan beberapa hal yang tidak pernah terekam dalam media informasi dimanapun. Di mulai dari lingkungan Kampus atau kegiatan ekstrakurikuler.

Saya merasa waktu itu, kegiatan ekstra kulikuler yang di motori oleh senat terasa sangat hampa di karenakan Senat kurang memiliki independensi, selain sebagai kampus berikatan dinas juga adanya control MBM (Masjid di Kampus STAN) yang mencengkeram kuat.

Praktis kegiatan kemahasiswaan sebagian besar berkutat pada masalah religi dengan bazar buku atau aksi solidaritas (Waktu itu untuk kemanusiaan Bosnia), dan sedikit olah raga. Sedangkan kegiatan yang bersifat menghibur seperti musik tidak pernah diselenggarakan barang kali diharamkan.

Dalam satu minggu sekali diadakan pertemuan pengajian perkelompok di tempat kos masing-masing yang dibimbing oleh kakak kelasnya, dengan melakukan pengkajian pendalaman ilmu agama.

Kemudian memasuki kurikulum di kampus. Pada semester 1, Saya sangat terkesan ketika Bp. Miftah Farijd (dosen agama Islam) dalam setiap mata kuliahnya selalu diawali dengan menyuruh maju mahasiswa secara bergilir untuk membaca Al qur’an. Sehingga para Mahasiswa akan malu apabila tidak bisa membaca Al Qur’an. Beliau memang memiliki keinginan agar semua mahasiswa bisa membaca Al Qur’an.

Hal ini dilatar belakangi adanya suatu daerah yang bersemboyan “Masyarakat bersendikan adat, adat bersendikan Al Qur’an“. Tetapi tragisnya hasil survey kampus negeri di daerah tersebut mahasiswanya 80% tidak bisa membaca Al Qur’an.

Dengan metode pengajaran Bp Miftah Faridj tersebut bisa dipastikan 100% mahasiswa yang beragama Islam di STAN bisa mengaji. Ketika hal yang sebaliknya ditanyakan “Apakah 100% semua Mahasiswa UMS (yang merupakan yayasan ormas Islam) bisa membaca Al Qur’an?”. Ternyata tidak ada seorang mahasiswapun yang menjawab mereka hanya terdiam.

Sedangkan untuk dosen akuntansi sebagian besar adalah keluaran perguruan tinggi dari Amerika, tetapi kurikulum akuntansi yang diajarkan adalah sama dengan kurikulum akuntansi di perguruan tinggi yang lain. Sambil bercanda saya bilang kalau di sana belum diajarkan Akuntansi Syariah.

Ternyata para mahasiswa masih sangat menikmati diskusi ini dan merasakan berjalan-jalan dalam suasana kampus Jurangmangu tanpa ada distorsi dari media tetapi dikarenakan session diskusi sudah habis maka saya kembalikan kepada mahasiswa untuk menyimpulkan sendiri, membuka, mengisi mengembangkan cakrawala mereka. Meskipun dalam hati sebenarnya saya masih ingin memaparkan banyak hal tentang keajaiban kampus itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s