PSAK 53 Akuntansi Kompensasi berbasis saham

Posted: 7 April 2010 in PSAK
Tags: , , , , , ,

Transaksi Kompensasi Non Karyawan

7.Apabila perusahaan menerbitkan instrumen ekuitas sebagai kompensasi atas perolehan barang atau jasa dari pihak non karyawan, maka transaksi kompensasi tersebut harus ditentukan berdasarkan pilihan nilai mana yang lebih terukur secara andal berikut ini: nilai wajar barang/jasa atau nilai wajar instrumen ekuitas yang diterbitkan.

Transaksi Kompensasi Karyawan

11.Instrumen ekuitas yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan jasa karyawan dan jasa karyawan yang dikompensasi diukur dan diakui sebesar nilai wajar instrumen ekuitas yang bersangkutan. Bagian dari nilai wajar instrumen ekuitas yang dapat dihitung sebagai jasa karyawan adalah sebesar jumlah nettonya yaitu nilai wajar setelah dikurangi dengan jumlah yang harus dibayar oleh karyawan pada saat instrumen ekuitas tersebut diberikan.

Penentuan Nilai Wajar

15. Penentuan nilai wajar dilakukan sebagai berikut:

a)Nilai wajar ditentukan dengan dasar harga pasar pada suatu pasar yang aktif.
b)Apabila harga pasar tersebut tidak mungkin diperoleh maka nilai wajar ditentukan dengan estimasi berdasar pada harga aktiva sejenis.
b)Apabila estimasi tersebut tidak mungkin diperoleh makan nilai wajar ditentukan dengan metode penilaian yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Saham Tanpa Hak

17.Nilai wajar saham tanpa hak yang diberikan kepada karyawan diukur dengan harga pasar saham (atau harga pasar estimasian apabila saham tersebut tidak tercatat di bursa efek), seolah-olah saham tersebut telah menjadi hak karyawan dan di terbitkan pada tanggal pemberian kompensasi.

Saham Berbatas Jual

18.Saham berbatas jual dinilai sebesar nilai wajar saham yang berhak penuh (vested share) dan beredar (atau taksiran harga pasar, bila saham tersebut tidak tercatat di bursa efek).

19Saham berbatas jual yang diberikan kepada karyawan diukur sebesar nilai wajarnya, yang sama dengan nilai saham berbatas sejenis yang diberikan kepada pihak non karyawan.

Opsi Saham Perusahaan Publik

20.Nilai wajar opsi (atau yang setara) perusahaan publik di estimasi dengan menggunakan model penentuan harga opsi (option pricing model). Nilai wajar opsi yang diestimasi pada tanggal pemberian kompensasi tidak boleh disesuaikan walaupun terjadi perubahan harga saham, ketidak stabilan harga saham (stock volatilitas), periode opsi, dividen atas saham tersebut, atau suku bunga bebas resiko (risk free interest rate).

22. Nilai wajar opsi (atau yang setara) perusahaan non publik diestimasi dengan menggunakan model penentuan harga opsi yang memperhitungkan variabel-variabel seperti tersebut pada paragraf 21, kecuali variabel ketidakstabilan harga saham selama periode opsi.

26.Apabila nilai wajar opsi atau instrumen ekuitas lainnya tidak dapat di estimasi pada tanggal pemberian kompensasi, maka beban kompensasi ditentukan berdasarkan nilai wajar yang diukur dengan menggunakan harga saham dan variabel terkait lainnya pada tanggal terdekat dengan tanggal pemberian kompensasi yang memungkinkan berbagai variabel tersebut diestimasi. Selama periode nilai wajar tidak mungkin di estimasi, estimasi beban kompensasi didasarkan pada nilai intrinsik kini kompensasi tersebut, yang ditentukan sesuai dengan persyaratan yang akan berlaku apabila opsi atau instrumen ekuitas lainnya tersebut dapat dieksekusi saat ini.

Program Pembelian Saham oleh Karyawan.

27.Program pembelian saham oleh karyawan yang memenuhi semua kriteria yang terdapat dalam paragraf 29 bukan merupakan kompensasi kepada karyawan (not compensatory). Untuk program yang tidak bersifat kompensasi, jmlah diskonto (yang merupakan penjualan saham di bawah nilai wajarnya) mengurangi jumlah yang diperoleh dari penerbitan saham.

Kompensasi Yang Dilakukan Dengan Pembayaran Kas

32.Pada setiap periode, jumlah kewajiban program kompensasi yang dapat menimbulkan kewajiban yang disebutkan pada paragraf 31 diukur dengan harga saham kini. Perubahan harga saham selama masa bakti karyawan diakui sebagai beban kompensasi selama masa bakti karyawan. Perubahan jumlah kewajiban yang disebabkan oleh perubahan harga saham setelah masa bakti karyawan merupakan beban kompensasi yang dibebankan pada periode terjadinya perubahan tersebut.

Pengakuan Beban Kompensasi

34.Jumlah beban kompensasi yang diakui untuk program kompensasi karyawan berbasis saham ditentukan berdasarkan atas jumlah instrumen ekuitas yang pada akhirnya akan menjadi hak karyawan. Jika karyawan gagal memenuhi persyaratan jasa untuk memperoleh hak kompensasi pada suatu kompensasi penghargaan tetap (fixed award), maka beban kompensasi yang berasal dari program kompensasi yang gagal dimiliki karyawan, tidak diakui perusahaan. Beban kompensasi juga tidak diakui jika perusahaan tidak mencapai suatu persyaratan kinerja (misalnya, perusahaan tidak mencapai laba bersih sebagaimana yang ditentukan dalam program). Namun, beban kompensasi akan tetap diakui apabila persyaratan memperoleh hak kompensasi atau eksekusi didasarkan pada suatu target harga saham (target stock price) atau pada nilai intrinsik tertentu.

35.Untuk program kompensasi dengan persyaratan perolehan hak kompensasi atau eksekusi berdasarkan suatu target harga saham atau pada nilai intrinsik tertentu, beban kompensasi diakui untuk program kompensasi yang diberikaan kepada karyawan yang masih bekerja pada periode yang telah ditentukan, tanpa memperhatikanapakah target harga saham atau nilai intrinsik tertentu telah tercapai atau tidak. Beban kompensasi yang telah diakui pada periode sebelumnya tidak boleh disesuaikan apabila opsi yang telah menjadi hak karyawan habis masa berlakunya tanpa dieksekusi.

38. Beban kompensasi yang diestimasi pada tanggal pemberian kompensasi untuk jumlah instrumen yang diharapkan akan menjadi hak karyawan berdasarkan persyaratan kinerja, disesuaikan dengan perubahan kemudian atas ekspektasi hasil atau hasil sesungguhnya persyaratan jasa dan persyaratan kinerja sampai dengan tanggal hak kompensasi tersebut. Penyesuaian ini juga berlaku untuk instrumen yang hak kepemilikannya tergantung dari jasa masa mendatang yang di estimasi perusahaan jumlah kegagalan pemberian opsinya pada tanggal pemberian kompensasi. Estimasi tersebut disesuaikan dengan perubahan kemudian atas persyaratan jasa dan dilakukan sampai dengan tanggal hak kompensasi tersebut. Perubahan estimasi jumlah saham atau opsi yang diharapkan akan menjadi hak karyawan adalah perubahan estimasi akuntansi, dan pengaruh kumulatif perubahan tersebut diakui pada periode terjadinya apabila perubahan tersebut diakui pada periode terjadinya apabila perubahan tersebut mempengaruhi periode berjalan dan sebelumnya.

39. Beban kompensasi program pemberian instrumen ekuitas kepada karyawan diakui selama masa bakti karyawan, yaitu dengan mengakui beban kompensasi dan mengkredit modal saham (paid in capital) jika kompensasi tersebut untuk jasa masa mendatang. Jika masa bakti karyawan tidak ditentukan untuk periode yang lebih awal atau lebih pendek maka masa bakti karyawan dianggap sama dengan periode dari tanggal pemberian kompensasi sampai dengan tanggal saat kompensasi tersebut menjadi hak karyawan dan eksekusinya tidak lagi tergantung kepada berlanjut atau tidaknya masa bakti karyawan (paragraf 36). Apabila program kompensasi diperuntukan bagi jasa masa lalu maka beban kompensasi diakui pada periode pemberian kompensasi.

40.Beban kompensasi dalam program skedul hak bertingkat (graded vesting schedule) diakui dengan asumsi bahwa nilai wajar program tersebut ditentukan berdasarkan periode ekapektasi yang berbeda-beda atas opsi yang akan menjadi hak karyawan setiap tahun, seolah-olah program tersebut terdiri dari beberapa program tersendiri dengan tanggal berlaku hak kompensasi karyawan yang berbeda-beda. Apabila periode ekspektasi program kompensasi ditentukan dengan cara lain, kompensasi diakui dengan metode garis lurus. Namun jumlah beban kompensasi yang diakui pada tanggal tertentu, paling tidak, harus sama dengan nilai kompensasi yang telah menjadi hak karyawan pada tanggal tersebut.

40.Dividen atau setara dividen yang dibayarkan kepada karyawan atas bagian dari program kompensasi saham atau instrumen ekuitas lainnya yang menjadi hak karyawan, dibebankan ke saldo laba. Dividen atau setara dividen yang tidak terbatalkan (non-forfeitable), yang dibayarkan atas saham tanpa hak diakui sebagai beban kompensasi tambahan. Pilihan untuk mengestimasi kegagalan pada tanggal pemberian kompensasi atau mengakui pengaruh kegagalan pada saat terjadinya seperti diatur dalam paragraf 37, juga berlaku untuk pengakuan dividen yang tidak terbatalkan (non-forfeitable) yang dibayarkan atas saham tanpa hak.

Program Tambahan dan Perubahan Program yang Sedang Berjalan.

43. Nilai wajar setiap program kompensasi instrumen ekuitas diukur secara terpisah berdasarkan persyaratan dan harga saham kini serta faktor-faktor terkait lainnya, pada tanggal pemberian kompensasi.

44.   Perubahan persyaratan program kompensasi yang dapat menyebabkan program tersebut menjadi lebih bernilai merupakan transaksi pertukaran program lama dengan program baru. Selisih kedua nilai tersebut diakui pada periode perubahan.

Penyelesaian Program Kompensasi

46. Jumlah kas atau aktiva lain yang dibayarkan (atau kewajiban yang timbul) untuk memperoleh kembali instrumen ekuitas yang telah menjadi hak karyawan dibebankan ke ekuitas, dengan syarat jumlah pembayaran tersebut tidak melebihi nilai instrumen yang diperoleh kembali. Perusahaan yang menyelesaikan program kompensasi yang belum menjadi hak karyawn dengan kas, pada dasarnya, memberi hak program kompensasi kepada karywan. Karena itu, jumlah beban kompensasi yang diukur pada tanggal pemberian kompensasi namun belum diakui, diakui pada tanggal pemerolehan kembali.

48.Untuk opsi saham karyawan, tambahan beban berupa selisih nilai opsi baru dengan nilai opsi lama, jika ada, yang akan diakui sebagai beban kompensasi tambahan pada saat pembayaran kas ditentukan dengan cara membandingkan jumlah yang dibayarkan dengan nilai opsi yang diperoleh kembali, yang dihitung berdasarkan ekspektasi sisa periode opsi pada tanggal pengakuan. Apabila opsi telah diperoleh kembali sebelum opsi tersebut menjadi hak karyawan, jumlah beban kompensasi yang belum diakui dibebankan pada tanggal pemerolehan kembali.

Pengungkapan

52.Perusahaan yang memiliki satu atau lebih program kompensasi berbasis saham menyajikan penjelasan mengenai program kompensasi, termasuk persyaratan umum program kompensasi, seperti persyaratan pemberian hak kompensasi, periode maksimum opsi, dan jumlah saham yang ditetapkan untuk opsi, dan atau instrumen ekuitas lainnya. Perusahaan yang menggunakan instrumen ekuitas sebagai kompensasi dalam pemerolehan barang atau jasa dari pihak non karyawan menyajikan pengungkapan yang serupa dengan yang diharuskan oleh paragraf ini dan paragraf 53 dan 54, sepanjang pengungkapan tersebut memang diperlukan untuk memahami pengaruh transaksi-transaksi tersebut atas laporan keuangan.

53.Informasi berikut ini diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan:

a)Jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi opsi untuk setiap kelompok opsi berikut ini:
i)opsi yang beredar pada awal tahun,
ii)opsi yang beredar pada akhir tahun,
iii)opsi yang dapat dieksekusi pada akhir tahun,
iv)opsi yang diberikan dalam suatu periode,
iv)opsi yang dieksekusi dalam suatu periode,
v)opsi yang gagal diperoleh (forfeit) oleh karyawan dalam suatu periode,
vi)opsi yang saat jatuh temponya telah lewat dalam suatu periode.
b)Rata-rata tertimbang nilai wajar opsi pada tanggal pemberian kompensasi yang diberikan dalam suatu periode. Jika harga eksekusi opsi berbeda dari harga pasar saham pada tanggal pemberian kompensasi, rata-rata tertimbang harga eksekusi dan rata-rata tertimbang nilai wajar opsi diungkapkan secara terpisah untuk opsi yang harga eksekusinya (1) sama dengan, (2) melebihi, atau (3) kurang dari harga pasar saham pada tanggal kompensasi.
a)Jumlah dan rata-rata tertimbang nilai wajar pada tanggal pemberian kompensasi dari instrumen ekuitas selain opsi, sebagai contoh, saham tanpa hak, yang diberikan dalam suatu periode.
b)Penjelasan mengenai metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam suatu periode untuk mengestimasi nilai wajar opsi, termasuk informasi rata-rata tertimbang variabel berikut ini:

i)suku bunga bebas resiko,
ii)periode opsi yang diharapkan,
iii)ketidakstabilan harga saham (stock’s volatility) yang diharapkan, dan
iv)dividen yang diharapkan.

e)Jumlah beban kompensasi yang diakui untuk program kompensasi berbasis saham.
a)Perubahan persyaratan signifikan dari program kompensasi yang sedang berjalan.

54.Perusahaan yang memberikan opsi dengan beberapa program kompensasi berbasis saham menyajikan informasi seperti tersebut diatas, secara tersendiri, untuk jenis program yang berbeda apabila perbedaan karakteristik program menjadikan pengungkapan secara terpisah.

56. Untuk opsi yang beredar pada tanggal neraca terakhir, diungkapkan rentang harga eksekusi (juga rata-rata tertimbang harga eksekusi), dan rata-rata tertimbang sisa periode opsi diungkapkan. Apabila rentang harga eksekusi tersebut sangat besar (sebagai contoh, harga eksekusi tertinggi melebihi 150% dari harga eksekusi terendah), maka harga eksekusi dikelompokan dalam reutang-reutang yang lebih kecil dalam rangka penentuan jumlah dan saat penerbitan saham tambahan dan penerimaan kas dari eksekusi opsi. Informasi berikut ini diungkapkan untuk setiap kisaran:

a) Jumlah, rata-rata tertimbang harga eksekusi, dan rata-rata tertimbang sisa periode opsi yang beredar.

b) Jumlah dan rata-rata tertimbang harga eksekusi dari opsi terakhir yang dieksekusi.

Comments
  1. helly says:

    buset sumpah banyak sekalii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s