Pengakuan dan Pengukuran

11. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan untuk melakukan kuasi-reorganisasi adalah:

a) Perusahaan mengalami defisit dalam jumlah yang material;
b) Perusahaan harus memliki status kelancaran usaha dan memiliki prospek yang baik pada saat kuasi reorganisasi dilakukan;
c) Perusahaan tidak sedang menghadapi permohonan kepailitan;
d) Tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku; dan
e) Saldo ekuitas sesudah kuasi-reorganisasi harus positif.

14. Dalam melakukan kuasi-reorganisasi, aktiva dan kewajiban harus dinilai kembali dengan nilai wajar.

15. Nilai wajar aktiva dan kewajiban ditentukan sesuai dengan nilai pasar. Bila nilai pasar tidak tersedia, estimasi nilai wajar didasarkan pada informasi terbaik yang tersedia. Estimasi nilai wajar dilakukan dengan mempertimbangkan harga aktiva sejenis dan teknik penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik aktiva dan kewajiban yang bersangkutan.

Contoh tehnik penilaian tersebut antara lain meliputi;

a) Nilai sekarang (present value) atau arus kas diskontoan (discounted cash flow) dengan mempertimbangkan tingkat risiko yang dihadapi;

b) Model penentuan harga opsi (option-pricing models); dan
c) Analisis fundamental (fundamental analysis).

16. Selisih antara nilai wajar aktiva dan kewajiban dengan nilai bukunya diakui atau dicatat pada akun saldo laba.

17. Saldo negatif dari saldo laba (retained earnings) setelah proses penilaian aktiva dan kewajiban dihapus ke tambahan modal setoran. Apabila tambahan setoran modal tidak mencukupi, saldo negatif tersebut dihapuskan ke modal saham.

Pengungkapan

18. Perusahaan harus menyusun neraca per tanggal kuasi-reorganisasi. Neraca ini harus dibandingkan dengan neraca sebelum kuasi-reorganisasi.

19. Untuk laporan keuangan tahunan, laporan keuangan harus menyajikan neraca akhir periode sebelum kuasi-reorganisasi, neraca per tanggal kuasi-reorganisasi, dan neraca akhir periode terakhir.

20. Perusahaan yang melakukan kuasi-reorganisasi harus mengungkapkan hal-hal berikut:

a) Alasan perusahaan melakukan kuasi-reorganisasi;
b) Status going concern perusahaan dan rencana manajemen dan pemegang saham setelah kuasi-reorganisasi yang menggambarkan prospek usaha di masa mendatang;
c) Neraca harus menyajikan jumlah saldo laba negatif (defisit) yang dieliminasi dan jumlah tersebut disajikan selama tiga tahun berturutan sejak kuasi-reorganisasi;
d) Catatan atas laporan keuangan harus mengungkapkan penentuan nilai wajar yang digunakan untuk menilai aktiva dan kewajiban pada saat dilakukan kuasi-reorganisasi;
e) Untuk jangka waktu 10 tahun ke depan sejak kuasi-reorganisasi, akun saldo laba dalam neraca harus diberi keterangan tentang tanggal terjadinya kuasi-reorganisasi.

About these ads
Comments
  1. makasi sharing informasinya :)

  2. robert says:

    Salam kenal,
    Mas Chairudin Nur Rachmanto, numpang nanya,
    1. Kalau kuasi organisasi, apakah pasiva-nya berkurang? kalau tidak, larinya kemana?
    2. Kalau terjadi saneering, bagaimana pengaruhnya ke saham?

    terimakasih,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s