PSAK 43 Akuntansi Anjak Piutang (Accounting for Factoring)

Posted: 7 April 2010 in PSAK
Tags: , , , , , , ,

Jenis Anjak Piutang

28. Anjak piutang tanpa recourse merupakan penjualan piutang atas dasar notifikasi. Klien menjual piutangnya kepada factor dan factor menanggung secara penuh risiko penagihan tanpa hak menerima pembayaran dari klien apabila terjadi kerugian atas piutang alihan yang tak tertagih. Nasabah melakukan pembayaran atas piutang alihan langsung kepada factor;

29. Dalam anjak piutang dengan recourse, klien mempunyai kewajiban membayar seluruh (full recourse) atau sebagian (limited recourse) dana yang diperoleh dari piutang alihan, atau membeli kembali piutang alihan, dalam hal nasabah tidak membayar piutang alihan tersebut kepada factor pada saat jatuh tempo.

30. Anjak piutang dengan recourse diperlakukan sebagai penjualan piutang apabila memenuhi semua kriteria berikut:

a) Klien tidak lagi memiliki manfaat ekonomi masa depan dan tidak menanggung risiko kolektibilitas yang terkandung dalam piutang ;
b) Kewajiban klien dalam perjanjian recourse dapat diestimasi secara andal;
c) Klien tidak memiliki kewajiban atau opsi untuk membeli kembali piutang tersebut.

Akuntansi Anjak Piutang bagi Factor

Anjak Piutang tanpa Recourse

31. Anjak piutang tanpa recourse diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang yang diperoleh. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan jumlah pembayaran kepada klien ditambah retensi diakui sebagai pendapatan anjak piutang pada saat transaksi anjak piutang.

32. Tagihan anjak piutang tanpa recourse dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Sedangkan retensi diakui sebagai hutang retensi anjak piutang dan disajikan dalam neraca sebagai kewajiban.

Anjak Piutang dengan Recourse

33. Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai tagihan anjak piutang sebesar nilai piutang yang diperoleh. Selisih antara tagihan anjak piutang dengan jumlah pembayaran kepada klien ditambah retensi diakui sebagai pendapatan tangguhan selama periode anjak piutang.

34. Tagihan anjak piutang dengan recourse dinyatakan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi dan retensi disajikan sebagai pengurang tagihan anjak piutang.

Akuntansi Anjak Piutang bagi Klien

Anjak Piutang tanpa Recourse

35. Anjak piutang tanpa recourse diberlakukan sebagai penjualan piutang. Selisih antara nilai piutang alihan dengan jumlah dana yang diterima ditambah retensi diakui sebagai kerugian atas transaksi anjak piutang.

36. Kerugian atas transaksi anjak piutang tanpa recourse diakui sebagi beban pada saat transaksi disajikan dalam laporan laba rugi sebagai beban usaha.

37. Dana yang ditahan (retensi) oleh factor dalam rangka anjak piutang tanpa recourse diakui sebagai piutang retensi anjak piutang dan disajikan dalam neraca sebagai aktiva lancar.

Anjak Piutang dengan Recourse

38. Anjak piutang dengan recourse diakui sebagai kewajiban anjak piutang sebesar nilai piutang yang dialihkan selisih antara nilai piutang yang dialihkan dengan dana yang diterima ditambah retensi diakui sebagai beban bunga selama periode anjak piutang.

39. Kewajiban anjak piutang disajikan dalam neraca sebesar nilai piutang yang dialihkan dikurangi retensi dan beban bunga yang belum diamortisasi.

Pengungkapan

Pengungkapan oleh Factor

40. Pengungkapan yang memadai harus dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan mengenai hal-hal sebagai berikut:

a) Kebijakan akuntansi yang digunakan untuk anjak piutang
b) Jumlah tagihan anjak piutang tanpa recourse, termasuk anjak piutang dengan recourse yang memenuhi kriteria penjualan, jumlah hutang retensi anjak piutang dan pendapatan anjak piutang, serta pengungkapan mengenai ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
c) Jumlah tagihan anjak piutang dengan recourse diungkapkan sebagai berikut:

Rp
Tagihan anjak piutang xxx
Pendapatan anjak piutang
tangguhan (xxx)
Retensi (xxx)
xxx
Penyisihan piutang
ragu-ragu (xxx)
Tagihan anjak piutang bersih xxx

d) Pengungkapan mengenai ikatan penting yang diatur dalam perjanjian anjak piutang dengan recourse meliputi antara lain: tingkat bunga, jatuh tempo dan jumlah piutang yang diperoleh.

Pengungkapan oleh Klien

41. Pengungkapan yang memadai harus dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan mengenai hal-hal sebagai berikut:

a) Kebijakan akuntansi mengenai transaksi anjak piutang baik tanpa recourse maupun dengan recourse.
b) Jumlah piutang yang dialihkan dalam rangka anjak piutang tanpa recourse, termasuk anjak piutang dengan recourse yang memenuhi kriteria penjualan. Pengungkapan ini juga meliputi jumlah kerugian, piutang retensi anjak piutang, jatuh tempo, dan ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.

c) Jumlah kewajiban anjak piutang dalam rangka anjak piutang dengan recourse. Pengungkapan ini meliputi beban bunga, retensi, jatuh tempo dan jumlah piutang alihan, serta ikatan penting lainnya yang diatur dalam perjanjian anjak piutang.
d) Jumlah kewajiban anjak piutang dengan recourse diungkapkan sebagai berikut :

Rp
Kewajiban anjak piutang xxx
Retensi (xxx)
Bunga yang belum
diamortisasi (xxx)
Kewajiban anjak piutang bersih xxx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s