PSAK 22 Akuntansi Penggabungan Usaha (Accounting for Business Combinations)

Posted: 7 April 2010 in PSAK
Tags: , , , , , ,

Akuisisi

74. Penggabungan usaha melalui akuisisi harus dipertanggungjawabkan dengan menggunakan metode pembelian, sebagaimana diatur pada paragraf 75 -85

75. Sejak tanggal akuisisi, perusahaan pengakuisisi harus:

a) melaporkan hasil usaha perusahaan yang diakuisisi dalam laporan laba ruginya; dan
b) melaporkan aktiva dan kewajiban perusahaan yang diakuisisi dalam neracanya serta goodwill yang timbul dari akuisisi tersebut.

76. Suatu akuisisi harus dibukukan sebesar biaya perolehan, yaitu jumlah kas atau aktiva setara kas yang dibayar atau nilai wajar (pada tanggal pertukaran) aktiva lain yang diberikan oleh perusahaan pengakuisisi, sebagai imbalan atas perolehan kendali atas aktiva neto perusahaan lain, ditambah biaya-biaya lain yang secara langsung dapat diatribusikan pada akuisisi tersebut.

77. Aktiva dan kewajiban yang diperoleh harus dibukukan secara terpisah pada tanggal akuisisi jika:

a) besar kemungkinan (probable) bahwa segala manfaat terkait pada masa yang akan datang akan mengalir ke ataudari perusahaan pengakuisisi; dan
b) tersedia suatu ukuran yang andal sehubungan dengan biaya perolehan atau nilai wajarnya.

78. Aktiva dan kewajiban yang diakui sesuai dengan paragraf 26 harus diukur dengan menjumlahkan:

a) nilai wajar aktiva dan kewajiban teridentifikasi yang diperoleh pada tanggal transaksi pertukaran sepanjang kepemilikan (interest) perusahaan pengakuisisi diperoleh melalui transaksi pertukaran; dan
b) hak minoritas atas nilai tercatat aktiva dan kewajiban anak perusahaan sebelum tanggal akuisisi.

Goodwill yang timbul harus diakui sesuai dengan Pernyataan ini.

79. Selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian (interest) perusahaan pengakuisisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi pada tanggal transaksi pertukaran diakui sebagai goodwill dan disajikan sebagai aktiva.

80. Goodwill harus diamortisasi sebagai beban selama masa manfaatnya. Dalam mengamortisasi goodwill, harus digunakan metode garis lurus, kecuali terdapat metode lain yang dianggap lebih tepat pada keadaan tertentu. Periode amortisasi goodwill tidak boleh lebih dari 5 tahun, kecuali periode yang lebih panjang tetapi tidak lebih dari 20 tahun dapat digunakan apabila terdapat dasar yang tepat (justifiable)

81. Saido goodwill yang belum diamortisasi harus dievaluasi pada setiap tanggal neraca, dan apabila terdapat indikasi bahwa jumlah tersebut tidak dapat sepenuhnya atau sebagian dipulihkan (recovered) dari ekspektasi manfaat keekonomian di masa mendatang, maka bagian jumlah yang tidak dipulihkan tersebut langsung dibukukan sebagai beban pada periode yang bersangkutan. Setiap penurunan nilai (write-down) goodwill tidak boleh dinaikan (writeup) kembali pada periode selanjutnya .

82. Jika biaya perolehan (cost of the acquisition) lebih rendah dari bagian (interest) pengakuisisi atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi yang diakuisisi pada tanggal transaksi, maka nilai wajar aktiva non moneter yang diakuisisi harus diturunkan secara proporsional, sampai seluruh selisih tersebut dieliminasi. Apabila setelah nilai wajar aktiva non moneter sudah diturunkan seluruhnya, ternyata masih terdapat sisa selisih yang belum dieliminasi, maka sisa selisih tersebut diakui sebagai goodwill negatif dan diperlakukan sebagai pendapatan ditangguhkan (deferred income) dan diakui sebagai pendapatan secara sistematis selama suatu periode yang tidak kurang dari 20 tahun.

83. Apabila perjanjian akuisisi memungkinkan dilakukannya penyesuaian atas harga beli yang tergantung pada terjadi tidaknya satu atau lebih peristiwa tertentu di masa yang akan datang, maka jumlah penyesuaian tersebut harus diperhitungkan dalam menentukan biaya perolehan pada tanggal akuisisi, jika penyesuaian tersebut besar kemungkinannya (probable) akan terjadi dan jumlahnya dapat diperkirakan secara. layak pada tanggal akuisisi.

84. Biaya perolehan harus disesuaikan apabila kontinjensi yang mempengaruhi harga beli terselesaikan setelah tanggal akusisi, sehingga pembayaran atas jumlah tersebut besar kemungkinan (probable) terjadi dan jumlahnya dapat diestimasi secara layak.

85. Aktiva dan kewajiban yang diakuisisi tetapi tidak memenuhi kriteria pada paragraf 26 untuk diakui secara terpisah pada saat akuisisi dibukukan harus diakui kemudian apabila kriteria tersebut telah dipenuhi . Nilai tercatat (carrying amount) aktiva dan kewajiban yang diperoleh harus disesuaikan, jika setelah akuisisi, terdapat bukti tambahan yang dapat digunakan untuk mengestimasi nilai aktiva dan kewajiban yang telah dibukukan pada saat akuisisi terjadi. Dengan demikian, goodwill atau goodwill negatif juga harus disesuaikan sepanjang jumlah penyesuaian tersebut besar kemungkinannya (probable) dapat dipulihkan dari manfaat keekonomian masa depan yang diharapkan dan penyesuaian tersebut dilakukan pada akhir tahun buku pertama setelah tahun akuisisi; penyesuaian yang timbul setelah periode tersebut harus diakui sebagai pendapatan atau beban.

Penyatuan Kepemilikan

86. Suatu penyatuan kepemilikan (uniting of interests) harus dibukukan dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest method), yang akan dijelaskan pada paragraf 87, 88 dan 89.

87. Dalam menerapkan metode penyatuan kepemilikan, unsur-unsur laporan keuangan dari perusahaan yang bergabung untuk periode terjadinya penggabungan tersebut dan untuk periode perbandingan yang diungkapkan, harus dimasukkan dalam laporan keuangan gabungan seolah-olah perusahaan tersebut telah bergabung sejak permulaan periode yang disajikan tersebut. Laporan keuangan suatu perusahaan tidak boleh memasukkan adanya penyatuan kepemilikan walaupun perusahaan tersebut adalah salah satu pihak yang bergabung, apabila penyatuan kepemilikan terjadi pada suatu tanggal setelah tanggal neraca terakhir yang disajikan.

88. Selisih antara jumlah yang dibukukan sebagai modal saham yang diterbitkan ditambah kompensasi pembelian lainnya dalam bentuk kas ataupun aktiva lainnya dengan jumlah modal

89. Pengeluaran yang terjadi sehubungan dengan penyatuan kepemilikan harus diakui sebagai beban pada periode teriadinya .

Pengungkapan

90. Untuk semua penggabungan usaha, pengungkapan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya penggabungan usaha:
a) nama dan penjelasan tentang perusahaan yang bergabung;
b) metode akuntansi yang digunakan untuk penggabungan usaha tersebut:
c) tanggal efektif penggabungan usaha untuk tujuan akuntansi;
d) operasi atau kegiatan usaha yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan akibat penggabungan usaha tersebut.

91. Untuk penggabungan usaha yang merupakan akuisisi, pengungkapan tambahan berikut dalam laporan keuangan harus dibuat pada periode terjadinya akuisisi:

a) persentase saham berhak suara yang diperoleh;
b) biaya perolehan (acquisition cost) dan penjelasan tentang harga beli yang telah dibayar atau terhutang secara kontinjen (contingently payable); dan
c) sifat dan jumlah penyisihan untuk beban restrukturisasi dan beban penutupan pabrik yang timbul akibat akuisisi dan diakui pada tanggal akuisisi.

92. Laporan keuangan harus mengungkapkan:

a) perlakuan akuntansi goodwill termasuk periode amortisasinva:
b) apabila masa manfaat goodwill lebih dari 5 tahun, penjelasan tentang alasan dan pertimbangan yang digunakan;
c) apabila goodwill tidak diamortisasikan dengan metode garis lurus, metode yang digunakan serta alasan kenapa metode tersebut dianggap lebih tepat daripada metode garis lurus;
d) rekonsiliasi goodwill pada saat awal dan akihr periode yang menunjukkan:

(i) jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada awal periode;

(ii) tambahan goodwill yang dibukukan selama periode berjalan;
(iii) jumlah amortisasi selama periode berjalan;
(iv) pernyesuaian yang dilakukan akibat adanya identifikasi susulan atau perubahan nilai aktiva dan kewaiiban setelah tanggal akuisisi;

(v) penghapusbukuan goodwill yang dilakukan selama periode berjalan; dan
(vi) jumlah bruto goodwill dan akumulasi amortisasinya pada akhir periode.

93. Dalam suatu akuisisi, jika nilai wajar aktiva dan kewajiban atau harga beli (purchase consideration) hanya akan dapat ditentukan pada akhir periode akuisisi dilaksanakan, hal tersebut harus diungkapkan beserta alasannya. Jika setelah tanggal akuisisi terdapat penyesuaian atas taksiran nilai wajar tersebut, penyesuaian tersebut harus diungkapkan dan dijelaskan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya.

94. Untuk suatu penggabungan usaha yang merupakan penyatuan kepemilikan [uniting of interest], pengungkapan tambahan berikut harus dibuat dalam laporan keuangan pada periode terjadinya:

a) penjelasan dan jumlah saham yang diterbitkan, serta persentase saham berhak suara setiap perusahaan yang dipertukarkan untuk melaksanakan penyatuan kepemilikan tersebut;
b) jumlah aktiva dan kewajiban yang diserahkan oleh setiap perusahaan; dan

c) pendapatan penjualan, pendapatan operasional lainnya, pos luar biasa dan laba bersih (rugi) dari masing-masing perusahaan untuk periode sebelum penggabungan, yang termasuk dalam laba bersih (rugi) yang disajikan dalam laporan keuangan gabungan.

95. Untuk penggabungan usaha yang terjadi setelah tanggal neraca, harus dibuat pengungkapan sebagaimana dijelaskan pada paragraf 90 – 94. Jika pengungkapan tersebut tidak mungkin dibuat maka fakta tersebut harus diungkapkan.

About these ads
Comments
  1. ayieb says:

    bahan di atas sangat membantuu dalam menjawab final test teori akuntansi saya,,, makasis ya pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s