PSAK 12 Pelaporan Keuangan mengenai bagian partisipasi dalam pengendalian bersama operasi dan aset (Financial Reporting of interest in jointly controlled Operations and Assets)

Posted: 7 April 2010 in PSAK
Tags: , , , , , ,

25. Sehubungan dengan bagian partisipasinya pada PBO, venturer harus membukukan dan menyajikan dalam laporan keuangannya:

(a) aset yang dikendalikannya sendiri dan kewajiban yang timbul atas aktivitasnya sendiri; dan
(b) beban yang terjadi oleh venturer sendiri dan bagiannya atas pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa oleh joint ventures.

26 Laporan keuangan tersendiri untuk joint venture wajib disusun apabila jumlahnya material dan proyek kerja sama diselesaikan dalam jangka panjang. Jenis, bentuk dan isi laporan keuangan disesuaikan dengan kebutuhan venturer dan perjanjian kontraktual.

Pelaporan Bagian Partisipasi (Interest) pada Pengendalian Bersama Aset (PBA)

27 Sehubungan dengan bagian partisipasinya pada PBA, venturer harus membukukan dan menyajikan dalam laporan keuangannya

(a) bagiannya (interest) atas aset yang dikendalikan bersama, diklasifikasikan menurut sifat dari aset tersebut;
(b) kewajiban yang timbul dan menjadi kewajiban venturer sendiri:
(c) bagiannya atas kewajiban bersama yang timbul bersama- sama dengan venturer lain sehubungan dengan joint ventures:

(d) bagiannya atas output joint ventures, dan bagiannya atas beban bersama joint ventures tersebut; dan
(e) beban yang terjadi yang menjadi tanggungan venturer sendiri yang berkaitan dengan bagian partisipasinya (interest) dalam joint ventures.

Apabila penerapan metode proportionate consolidation tersebut di atas tidak praktis untuk diterapkan, maka venturer dapat menggu-nakan metode ekuitas (equity method) untuk membukukan dan menyajikan partisipasinya pada PBA.

28 Laporan keuangan tersendiri wajib disusun untuk joint ventures tersebut apabila jumlahnya material dan proyek kerja sama diselesaikan dalam jangka panjang. Jenis, bentuk dan isi laporan keuangan disesuaikan dengan kebutuhan venturer dan perjanjian kontraktual.

Transaksi antara venturer dan Joint Ventures

29 Apabila venturer menyerahkan atau menjual suatu dengan kebutuhan venturer dan perjanjian kontraktual. aset kepada joint ventures, pengakuan keuntungan atau kerugian harus merefleksikan substansi dari transaksi tersebut. Apabila aset tersebut masih dalam penguasaan joint venture, dan venturer telah mentransfer risiko dan manfaat yang signifikan atas aset tersebut, maka venturer tersebut hanya mengakui keuntungan penjualan sebesar bagian partisipasi (interest) venturer lainnya. Venturer harus mengakui seluruh kerugian apabila akibat penyera-han atau penjualan aset tersebut terdapat bukti terjadinya penurunan nilai realisasi neto (net realisable value) aktiva lancar atau penurunan yang tidak bersifat sementara (other than temporary) nilai tercatat (carrying amount) aset jangka panjang.

30 Apabila venturer membeli aset dari suatu joint ventures, venturer tidak boleh mengakui bagiannya baik atas keuntungan maupun kerugian joint ventures dari transaksi tersebut sampai saat aset tersebut dijual oleh venturer kepada pihak lain yang independen. Apabila akibat pembelian aset tersebut terdapat bukti bahwa terjadi penurunan nilai realisasi neto (net realisable value) aktiva lancar atau penurunan yang tidak bersifat sementara (other than temporary) nilai tercatat (carrying amount) aset jangka panjang, maka venturer harus mengakui segera bagiannya atas kerugian tersebut.

Pelaporan Bagian Partisipasi (Interest) dalam Laporan Keuangan Investor

31. Bagian partisipasi (interest) investor dalam suatu joint venture, yang tidak ikut melakukan joint control, diperlakukan sesuai dengan PSAK No.13 tentang Akuntansi untuk Investasi, atau jika investor mempunyai pengaruh signifikan, diperlakukan sesuai dengan PSAK No.15 tentang Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi.

Operator Joint Ventures

32 Operator atau manajer suatu joint ventures mempertanggung jawabkan imbalan (management fee) yang diterimanya sesuai dengan PSAK No.23 tentang Pendapatan.

Pengungkapan

33 Venturer harus mengungkapkan jumlah agregat dari kontinjensi berikut ini, terpisah dari kontinjensi lainnya dari venturer
(a) setiap kontinjensi yang timbul akibat bagian partisipasi (interest) venturer pada joint ventures dan bagiannya atas kontinjensi yang timbul akibat tindakannya yang dilakukan secara bersama-sama dengan para venturer lainnya;
(b) bagiannya atas kontinjensi joint ventures dimana venturer tersebut ikut bertanggung jawab; dan
(c) kontinjensi yang timbul karena venturer ikut menanggung kewajiban venturer lainnva.

34 Venturer harus mengungkapkan jumlah agregat komitmen berikut ini, terpisah dari komitmen lainnya dari venturer:

a. komitmen modal/finansial venturer sehubungan dengan bagian partisipasinya (interest) pada joint ventures dan penyetoran atau penyetoran modal yang telah dilakukannya pada joint ventures;
b. bagiannya atas komitmen modal/finansial yang dibuat oleh joint ventures.

35. Agar pemakai laporan keuangan venturer memperoleh pemahaman yang jelas mengenai aktivitasnya, venturer harus mengungkapkan daftar dan deskripsi bagian partisipasinya (interest) yang signifikan pada joint ventures.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s