Pelunasan Hutang Melalui Pengalihan Aset

11. Sehubungan pelunasan hutang melalui pengalihan aset berupa tanah dan bangunan, aset lain, dan piutang kepada kreditur untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya; debitur dapat mengakui keuntungan yang timbul sebagai akibat restrukturisasi kewajiban tersebut. Keuntungan dihitung dari selisih lebih antara (a) nilai tercatat hutang yang diselesaikan (jumlah nominal dikurangi atau ditambah dengan bunga yang terhutang dan premi, diskonto, beban keuangan, atau biaya penerbitan yang belum diamortisasi), dengan (b) nilai wajar aset yang dialihkan ke kreditur.

13. Perbedaan antara nilai wajar aset dengan nilai tercatat hutang yang diselesaikan diakui sebagai keuntungan yang timbul sebagai akibat restrukturisasi hutang sesuai dengan paragraf 22. Perbedaan antara nilai wajar dan nilai tercatat aset yang dialihkan kepada kreditur untuk penyelesaian hutang merupakan keuntungan atau kerugian atas pengalilhan aset. Debitur mengakui keuntungan atau kerugian ini dalam penentuan laba bersih dalam periode terjadinya pengalihan aset.

Pelunasan Hutang melalui Penyerahan Saham

14. Pelunasan hutang melalui penerbitan saham baru atau penyerahan saham debitur dicatat sebesar nilai wajar saham. Perbedaan antara nilai wajar saham yang diterbitkan dengan nilai tercatat hutang yang diselesaikan diakui sebagai keuntungan yang timbul sebagai akibat restrukturisasi hutang sesuai dengan paragraf 22.

Modifikasi Persyaratan Hutang

15. Dalam restrukturisasi hutang melalui modifikasi persyaratan tanpa melakukan pengalihan aset atau pemberian saham, debitur harus mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif sejak saat restrukturisasi dilaksanakan, dan tidak boleh mengubah nilai tercatat hutang pada saat restrukturisasi, kecuali jika nilai tercatat tersebut melebihi jumlah pembayaran kas masa depan yang ditetapkan dalam persyaratan baru. Jumlah pembayaran kas masa depan harus mencakup jumlah bunga dan jumlah pokok hutang periode masa depan, tanpa memperhitungkan nilai tunainya.

17. Jika jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana ditetapkan dalam persyaratan baru hutang, termasuk pembayaran untuk bunga maupun untuk pokok hutang, lebih rendah dari nilai tercatat, maka debitur harus mengurangi nilai tercatat hutang ke jumlah yang sama dengan jumlah pembayaran kas masa depan sebagaimana yang ditentukan dalam persyaratan baru dan harus mengakui keuntungan yang timbul dari restrukturisasi hutang sebesar jumlah penurunan hutang sesuai dengan paragraf 22. Setelah itu, seluruh pembayaran kas yang dibayar dianggap sebagai pengurangan nilai tercatat hutang dan tidak ada beban bunga yang diakui sejak saat restrukturisasi hingga jatuh temponya.

18. Debitur tidak boleh mengakui keuntungan dari restrukturisasi hutang yang menyangkut pembayaran kas masa depan yang tidak dapat ditentukan, selama pembayaran kas masa depan maksimum tidak melebihi nilai tercatat hutang.

Kombinasi Beberapa Cara Restrukturisasi Hutang Bermasalah

20. Restrukturisasi hutang bermasalah dapat berupa penyelesaian sebagian hutang dengan pengalihan aset debitur atau pemberian saham (atau keduanya) kepada kreditur dan modifikasi persyaratan hutang yang masih tersisa.

21. Debitur harus mempertanggungjawabkan restrukturisasi hutang bermasalah yang menyangkut penyelesaian sebagian dan modifikasi persyaratan hutang sebagaimana diatur dalam paragraf 15-20; dengan cara: pertama, nilai tercatat hutang harus dikurangi dengan jumlah nila wajar aset atau pemberian saham tersebut; kedua, perbedaan antara nilai wajar dan nilai tercatat aset yang dialihkan kepada kreditur diakui sebagai keuntungan atau kerugian atas pengalihan aset dan tidak sebagai keuntungan restrukturisasi hutang; ketiga, baru setelah itu diperhitungkan jumlah pembayaran kas masa depan. Jika nilai tercatat hutang yang tersisa lebih besar dari jumlah pembayaran kas masa depan (termasuk jumlah hutang kontinjen) yang ditetapkan dalam persyaratan hutang, tanpa memperhitungkan nilai tunainya maka selisih kedua nilai tersebut baru diakui sebagai keuntungan restrukturisasi hutang sesuai paragraf 22.

Hal-hal yang Berkaitan

22. Keuntungan neto atas restrukturisasi hutang setelah pajak penghasilan terkait, diakui dalam perhitungan laba bersih untuk periode terjadinya restrukturisasi dan diklasifikasikan sebagai pos luar biasa.

23. Jika restrukturisasi hutang menyangkut jumlah hutang kontinjen, maka jumlah kontinjen tersebut diakui sebagai pokok hutang dan sebagai beban bunga masa depan. Oleh karena itu, secara umum beban bunga untuk pembayaran kontinjen diakui sesuai PSAK 8 dalam periode (a) hutang telah diakui dan (b) jumlah hutang tersebut dapat diperkirakan. Sebelum pengakuan suatu hutang kontinjen dan beban bunga kontinjen, jumlah hutang atau pembayaran kontinjen tersebut harus dikurangkan dari nilai tercatat hutang yang direstrukturisasi hanya sampai batas dimana penghitungan pembayaran hutang kontinjen tersebut dalam jumlah pembayaran kas masa depan berdasarkan persyaratan baru tidak mengakibatkan pengakuan keuntungan pada saat restrukturisasi.

25. Biaya-biaya lain yang dikeluarkan oleh debitur dalam rangka pemberian saham kepada kreditur dalam restrukturisasi hutang bermasalah dikurangkan dari keuntungan. Semua biaya langsung lain yang dikeluarkan oleh debitur dalam restrukturisasi hutang bermasalah dikurangkan dalam perhitungan keuntungan restrukturisasi hutang atau harus dicatat sebagai biaya untuk periode terjadinya restrukturisasi, jika tidak ada keuntungan yang diperoleh pada saat restrukturisasi.

Pengungkapan oleh Debitur

26. Debitur harus mengungkapkan, di dalam laporan keuangan atau dalam catatan atas laporan keuangan, informasi tentang restrukturisasi hutang bermasalah yang terjadi dalam periode yang dicakup oleh laporan keuangan:

a)Untuk setiap restrukturisasi mengenai penjelasan tentang pokok-pokok perubahan persyaratan hutang-piutang dan penyelesaian hutang.
b)Jumlah keuntungan atas restrukturisasi hutang dan dampak pajak penghasilan yang terkait.
c)Jumlah keuntungan atau kerugian bersih atas pengalihan aset yang diakui selama periode tersebut.

27. Debitur harus mengungkapkan jumlah hutang kontinjen yang dimasukkan ke dalam nilai tercatat yang telah direstrukturisasi dalam laporan keuangan untuk periode setelah restrukturisasi hutang bermasalah.

Modifikasi Persyaratan Piutang

30. Dalam restrukturisasi piutang bermasalah dengan modifikasi persyaratan piutang yang tidak mengakibatkan penerimaan aset (termasuk penerimaan saham dari debitur), kreditur harus mencatat dampak restrukturisasi tersebut secara prospektif dan tidak mengubah nilai tercatat piutang pada tanggal restrukturisasi, kecuali jika jumlahnya melebihi nilai tunai penerimaan kas masa depan yang ditentukan dalam persyaratan baru. Dampak perubahan jumlah atau saat jatuh tempo (atau keduanya) penerimaan kas yang diperuntukkan baik sebagai bunga maupun pokok piutang diakui secara prospektif dalam periode yang akan datang.

31. Namun jika jumlah nilai tunai penerimaan kas masa depan sebagaimana yang ditentukan dalam persyaratan baru piutang tersebut, termasuk penerimaan bunga dan pokok piutang, lebih rendah daripada saldo piutang sebelum restrukturisasi, kreditur harus mengurangi saldo piutang ke suatu jumlah yang sama dengan jumlah nilai tunai penerimaan kas masa depan sebagaimana yang ditetapkan dalam persyaratan baru. Jumlah pengurangan tersebut harus diakui sebagai kerugian. Setelah itu, semua penerimaan kas berdasarkan persyaratan piutang yang telah direstrukturisasi, baik untuk bunga maupun pokok piutang, dicatat sebagai pengembalian pokok piutang dan penghasilan bunga sesuai dengan proporsinya.

32. Dalam penetuan kerugian restrukturisasi jumlah pembayaran kontinjen dimasukkan dalam perhitungan nilai tunai jumlah penerimaan kas masa depan yang ditetapkan sesuai dengan persyaratan baru, hanya jika pada saat restrukturisasi jumlah kontinjen tersebut memenuhi persyaratan untuk diakui (probable). Hal ini berarti, kreditur mengakui kerugian atas jumlah penerimaan kontinjen kas masa depan pada saat restrukturisasi dilakukan.

Kombinasi Beberapa Cara Restrukturisasi Piutang Bermasalah

33. Restrukturisasi piutang bermasalah dapat dilakukan dengan penerimaan aset (termasuk perolehan saham dari debitur) sebagai penyelesaian sebagian piutang dan modifikasi persyaratan terhadap sisa piutang. Kreditur mencatat restrukturisasi piutang tersebut dengan mengakui aset yang diterima sebesar nilai wajarnya dikurangi estimasi biaya untuk menjualnya dan mengurangi nilai piutang yang tercatat dengan nilai wajar aset tersebut setelah dikurangi estimasi biaya untuk menjualnya. Kelebihan saldo piutang setelah restrukturisasi diakui sebagai kerugian restrukturisasi.

Hal-hal yang Berkaitan

35. Jika restrukturisasi piutang bermasalah mencakup jumlah piutang kontinjen, atas jumlah piutang kontinjen tersebut tidak boleh diakui penghasilan bunga dalam periode masa depan, sebelum jumlah piutang kontinjen tersebut memenuhi persyaratan untuk diakui sebagai piutang nyata dan penghasilan bunga diterima.

36. Biaya-biaya lain yang dikeluarkan oleh kreditur dalam restrukturisasi piutang bermasalah dicatat sebagai biaya pada saat terjadinya.

Penggantian atau Penambahan Debitur

37. Restrukturisasi piutang bermasalah dapat mencakup piutang oleh perusahaan lain, individu, atau lembaga pemerintah yang menangani piutang bermasalah atau menambah debitur lain. Restrukturisasi seperti ini dicatat sesuai dengan substansinya, meskipun pembayaran kepada kreditur dilakukan oleh debitur pengganti atau debitur tambahan tersebut.

Perlakuan ini juga berlaku dalam hal melibatkan agen, wali amanat, atau pihak lain.

Pengungkapan oleh Kreditur

39. Kreditur harus mengungkapkan dalam laporan keuangan pokok atau dalam catatan atas laporan keuangan, informasi yang berkaitan dengan restrukturisasi piutang bermasalah pada tanggal neraca sebagai berikut:

a)Saldo piutang yang persyaratannya telah dimodifikasi dalam restrukturisasi putang bermasalah, menurut kelompok utama sebagai berikut:
(i) saldo piutang dan saldo penyisihan piutang tak tertagih yang bersangkutan dengan saldo piutang tersebut, yang dibentuk berdasarkan pernyataan ini;
(ii) saldo piutang tanpa saldo penyisihan piutang tak tertagih yang dibentuk berdasarkan pernyataan ini.
b)Kebijakan akuntansi untuk pengakuan pendapatan bunga atas piutang bermasalah, termasuk cara pencatatan penerimaan tunai.
c)Untuk setiap periode penyajian laporan keuangan komparatif:
(i) rata-rata saldo piutang bermasalah,

(ii) pendapatan bunga yang diakui pada timbulnya piutang bermasalah,

(iii) kecuali tidak praktis, jumlah pendapatan bunga yang diakui dengan basis kas selama periode timbulnya piutang bermasalah.
d)Jumlah komitmen, jika ada, untuk meminjamkan dana tambahan kepada debitur yang persyaratan piutangnya telah dimodifikasi dalam restrukturisasi piutang bermasalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s