Posts Tagged ‘sistim akuntansi bank’

Yiyok T Herlambang (Deputi Pimpinan Bidang Perbankan Bank Indonesia Surakarta)

A. SELUK BELUK PERBANKAN

1. Status dan kedudukan Bank Indonesia dalam Ketatanegaraan Republik Indonesia sangat unik, karena tidak dibawah presiden melainkan berdiri sendiri secara independen.

2. Tujuan Dan Tugas Bank Indonesia

a. Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Untuk mencapai tujuan tsb BI melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah dibidang perekonomian.
b. Tugas Pokok Bank Indonesia
Untuk mencapai tujuan tsb, BI mempunyai tugas sebagai berikut :

- Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, Karena pelaksanaan kebijakan moneter dilakukan melalui lembaga perbankan, maka sistem perbankan yang sehat serta kelancaran dan keamanan sistem pembayaran merupakan prasyarat efektivitas suatu kebijakan moneter.
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Kebijakan moneter yang tidak tepat dapat mengakibatkan terganggunya stabilitas sistem perbankan

-Mengatur dan mengawasi Bank Kelancaran dan keamanan sistem pembayaran dapat mengganggu stabilitassistem perbankan dan efektivitas kebijakan moneter.

3. Pokok pembahasan adalah sebagai berikut :
a. Seluk Beluk Perbankan Secara Umum
Kedudukan Perbankan dalam Sistem Perekonomian
1) Sistem Perekonomian

• Surplus Income Units

• Deficit Spending Units

2) Sistem Keuangan
• Direct Finance or Indirect Finance
• Deposit Taker or Fund Provider
3) Sistem Perbankan
• Indirect Finance
• Deposit Taker and Fund Provider

Sistem Perbankan Di Indonesia
Sistem Perbankan di Indonesia diatur dalam UU No.7 Tahun 1992 (diubah dengan UU No.10 Tahun 1998), bahwa perbankan di Indonesia terdiri dari 2 jenis :
1. Bank Umum (BU)
2. Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
Kedua jenis bank tersebut melaksanakan kegiatan konvensional atau syariah.

Definisi & Fungsi Bank
Bank adalah bidang usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Peran Perbankan Dalam Perekonomian adalah sebagai berikut :
• Sebagai lembaga bank merupakan bagian dari sistem perbankan.
• Dalam sistem perbankan juga termasuk pasar uang antar bank (PUAB), instrumen yang digunakan produk yang dihasilkan ketentuan dan interaksi unsur-unsur tersebut.
• Sebagai lembaga keuangan bank merupakan bagian dari sistem keuangan
• Sistem keuangan mencakup pasar keuangan, lembaga keuangan dan piranti keuangan.
• Sistem perbankan juga merupakan bagian dari sistem moneter, yang terdiri dari otoritas moneter dan lembaga lain yang menjalankan fungsi moneter.

• Fungsi bank dalam :
1. Dalam sistem moneter : sebagai sarana transmisi kebijakan moneter
2. Dalam sistem pembayaran : memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Perbankan masih memiliki posisi yang dominan dan mampu memberikan pengaruh yang positif bagi perekonomian. Namun demikian, dibandingkan dengan negara lain masih tertinggal jauh.

B. Laporan Keuangan dan Sistem Akuntansi Perbankan

Sistem Akuntansi Perbankan adalah sebagai berikut :
1. Laporan Keuangan disusun untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan.

2. Secara garis besar Laporan Keuangan perbankan terdiri dari :
a. Neraca dan Rekening Administratif
b. Laba/Rugi
c. Laporan Komitmen dan Kontinjensi
d. Laporan Arus Kas
e. Catatan Atas Laporan Keuangan

3. Sistem akuntansi perbankan mengacu pada :
a. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang disusun oleh IAI
b. Ketentuan yang dikeluarkan Bank Indonesia
c. Peraturan perundang-undangan yang berlaku
d. Praktik akuntansi yang berlaku umum

Laporan Laba/Rugi adalah sebagai berkut :
Pendapatan Operasional dan Beban Operasional

A. Pendapatan dan Beban Bunga
1. Pendapatan Bunga
2. Beban Bunga

B. Pendapatan dan Beban Operasional selain Bunga
1. Pendapatan Operasional selain Bunga
2. Beban Operasional selain Bunga

Laba (Rugi) Operasional

Pendapatan dan Beban Non Operasional
1. Keuntungan / Kerugian penjualan aset tetap dan inventaris
2. Keuntungan / kerugian penjabaran transaksi valuta asing
3. Pendapatan / beban non operasional lainnya
Laba (Rugi) Non Operasional
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Pajak Penghasilan
Laba (Rugi) Bersih

Laporan Komitmen Dan Kontinjensi adalah sebagai berkut :
I. TAGIHAN KOMITMEN
1. Fasilitas pinjaman yang belum ditarik
2. Posisi pembelian spot dan derivatif yang masih berjalan
3. Lainnya

II. KEWAJIBAN KOMITMEN
1. Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum ditarik
2. Fasilitas kredit kepada bank lain yang belum ditarik
3. Irrevocable L/C yang masih berjalan
4. Posisi penjualan spot dan derivatif yang masih berjalan
5. Lainnya

III. TAGIHAN KONTINJENSI
1. Garansi yang diterima
2. Pendapatan bunga dalam penyelesaian

IV. KEWAJIBAN KONTINJENSI
1. Garansi yang diberikan
2. Lainnya

Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) adalah :
Catatan atas Laporan Keuangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan bank yang memuat penjelasan mengenai gambaran umum bank, ikhtisar kebijakan akuntansi , penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya.
CALK harus disajikan secara sistematis à Setiap pos dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas harus berkaitan dengan informasi yang ada dalam CALK.

CALK umumnya disajikan dengan urutan sebagai berikut:
1. Pengungkapan mengenai dasar pengukuran dan kebijakan akuntansi yang diterapkan.
2. Informasi pendukung pos-pos laporan keuangan sesuai urutan sebagaimana pos-pos tersebut disajikan dalam laporan keuangan dan urutan penyajian komponen laporan keuangan.
3. Pengungkapan lain termasuk kontinjensi, komitmen, dan pengungkapan keuangan lain serta pengungkapan yang bersifat non-keuangan.

c. Pokok – Pokok Kebijakan Bank Indonesia

Arsitektur Perbankan Indonesia (API)
• Visi API adalah membangun sistem perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menciptakan stabilitas sistem keuangan dalam rangka membantu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional
Enam Pilar API adalah sebagai berikut :
1. Struktur Perbankan yang Sehat.
2. Sistem Pengaturan yang Efektif.
3. Sistem Pengawasan yang Independen dan Efektif.
4. Industri Perbankan yang Kuat.
5. Infrastruktur Pendukung yang Mencukupi.
6. Perlindungan Konsumen.
Struktur Perbankan Indonesia Sesuai Visi API adalah sebagai berikut :
1. Bank Internasional permodalan di atas 50 (lima puluh) triliun
2. Bank Nasional baik dengan fokus daerah, korporasi, ritel dan lainnya permodalan di atas 10 (sepuluh) sampai dengan 50 (lima puluh) triliun
3. BPR, bank dengan kegiatan usaha terbatas permodalan di bawah 1 (satu) triliun.

Tahap Implementasi Pilar API adalah sebagai berikut :
1. Program Penguatan Struktur Perbankan yang Sehat.
a. Memperkuat permodalan Bank, dengan jangka waktu 7 (tujuh) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2010
b. Memperkuat daya saing BPR, dengan jangka waktu 1 (satu) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
c. Meningkatkan akses kedit, dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2006

2. Program Peningkatan Kualitas Pengaturan Perbankan
a. Memformalkan proses sindikasi dalam membuat kebijakan perbankan, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
b. Implementasi secara bertahap 25 Basel Core Principle for Effective Banking Supervision, dengan jangka waktu 10 (sepuluh) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2013

3. Program Peningkatan Fungsi Pengawasan
a. Meningkatkan koordinasi antarlembaga pengawas, dengan jangka waktu 1 (satu) tahun yaitu tahun 2004
b. Melakukan konsolidasi sektor perbankan Bank Indonesia, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
c. Meningkatkan kompetensi pemeriksaan bank, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
d. Mengembangkan sistem pengawasan berbasis resiko, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005

e. Meningkatkan efektivitas enforcement , dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005

4. Program Peningkatan Kualitas Manajemen dan Opersional Perbankan
a. Meningkatkan Good Corporate Governance, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
b. Meningkatkan kualitas manajemen risiko perbankan, dengan jangka waktu 1 (satu) tahun yaitu tahun 2004
c. Meningkatkan kemampuan operasional bank, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005

5. Program Pengembangan Infrastruktur Perbankan.
a. Mengembangkan Credit Bureau, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005
b. Mengoptimalkan penggunaan credit rating agencies, dengan jangka waktu 2 (dua) tahun yaitu tahun 2004 sampai dengan tahun 2005

Pengaturan Dan Pengawasan Bank
• Ruang Lingkup Kebijakan Perbankan adalah sebagai berikut :
1. Perijinan di bidang perbankan
2. Pengaturan dan ketentuan perbankan
3. Pengawasan terhadap bank
4. Sanksi terhadap pelanggaran ketentuan

Pengaturan Dan Pengawasan Bank
• Produk Pengaturan Bank Indonesia bagi Perbankan :
1. Peraturan Bank Indonesia (PBI), berupa pedoman pokok bagi perbankan dalam menjalankan operasionalnya yang mengacu pada Basel II dalam rangka harmonisasi sistem perbankan internasional
2. Surat Edaran Bank Indonesia (SE BI), berupa pedoman pelaksanaan bagi BPR yang mengatur lebih lanjut mengenai peraturan perbankan sesuai PBI

Sumber : Yiyok T Herlambang (Deputi Pimpinan BI Bidang Perbankan Surakarta)