PSAK 9 Penyajian Aktiva Lancar Dan Kewajiban Jangka Pendek (Presentation of Current Assets and Current Liabilities)

Posted: 7 April 2010 in PSAK

19. Perusahaan wajib menyajikan aktiva dan kewajibannya berdasarkan klasifikasi lancar dan tidak lancar pada waktu menyusun laporan keuangan, kecuali pengklasifikasian lancar dan tidak lancar untuk aktiva dan kewajiban biasanya tidak dipandang tepat untuk laporan keuangan dari perusahaan yang periode siklus operasi normalnya tidak dapat ditentukan atau sangat panjang dan yang diatur secara khusus untuk jenis industri tertentu. Paragraf 20-25 dari Pernyataan ini diterapkan apabila perusahaan memilih melakukan pengklasifikasian tersebut.

Penerapan Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

Aktiva Lancar

20. Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama, antara lain meliputi:

(a) Kas dan bank.
(b) Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan.

(c) Deposito jangka pendek.
(d) Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
(e) Piutang usaha.
Piutang usaha dapat seluruhnya dimasukkan sebagai aktiva lancar, bila jumlah yang jangka waktu penagihannya lebih dari satu tahun atau siklus usaha normal diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

(f) Piutang lain-lain yang diharapkan akan direalisasikan dalam waktu satu tahun
(g) Persediaan.
(h) Pembayaran uang muka pembelian aktiva lancar.
(i) pembayaran pajak di muka.
(j) Biaya dibayar di muka yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.

Kewajiban Jangka Pendek

21. Kewajiban jangka pendek adalah kewajiban yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu satu tahun atau satu siklus operasi normal perusahaan, mana yang lebih lama, antara lain meliputi:

(a) Pinjaman bank dan pinjaman lainnya.
Jika suatu pinjaman dilunasi sesuai dengan jadual yang disetujui oleh kreditor, maka pinjaman tersebut diklasifikasikan sesuai dengan jadual pelunasannya, dengan mengabaikan hak kreditor untuk meminta pembayaran sewaktu waktu.
(b) Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca, dengan pengecualian seperti tersebut pada paragraf 22.
(c) Hutang usaha dan biaya yang masih harus dibayar.
(d) Uang muka penjualan.
(e) Hutang pembelian aktiva tetap, pinjaman bank dan rupa-rupa hutang lainnya yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun.
(f) Penyisihan kewajiban pajak.
(g) Hutang dividen.
(h) Pendapatan yang ditangguhkan dan uang muka dari pelanggan.
(i) Kewajiban kontinjen (sehubungan dengan PSAK No. 8 tentang Kontinjensi dan Peristiwa Setelah Tanggal Neraca).

22. Bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca dapat tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek jika perusahaan bermaksud untuk membiayai kembali (refinance) kewajiban tersebut dengan pendanaan jangka panjang dan terdapat jaminan bahwa perusahaan akan mampu melakukannya. Kemampuan perusahaan tersebut ditunjukkan dengan adanya:

(a) penerbitan modal saham atau kewajiban (obligation) jangka panjang baru setelah tanggal neraca; atau
(b) perjanjian pendanaan yang tidak dapat dibatalkan dan tidak akan jatuh tempo dalam satu tahun setelah tanggal neraca serta kreditor atau investor yang bersangkutan mempunyai kemampuan keuangan untuk memenuhi perjanjian tersebut.

23. Jika bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun setelah tanggal neraca tidak diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek sehubungan dengan paragraf 22, maka jumlah kewajiban tersebut dan persyaratan pendanaan kembali harus diungkapkan.

Penyajian Dalam Laporan Keuangan

24. Jumlah aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek yang disajikan dalam laporan keuangan tidak dapat saling menghapus (offset), kecuali dimungkinkan menurut hukum.

25. Jumlah aktiva lancar yang dijaminkan harus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan

About these ads
Comments
  1. Andi Rivai says:

    Terinma kasih atas posting materi ini

  2. cleo says:

    saya bingung untuk perusahaan perbankan, mana saja yg dikategorikan altiva lancar dan kewajiban lancar

  3. Siangg ,,
    Mo nnya nich.
    akun2 apa saja yg termasuk dalam aset lancar di laporan perbankan ?
    Agunan yang di ambil alih. tagihan derivatif, tagihan akseptasi, dan investasin sewa guna usaha pihak ketiga termasuk ke dalam aset apa yah ?

    Mohon bantuannya.
    Kirim ke email saya saja. Maylona_9dari@yahoo.com

  4. sy mau nanya,, bgmn dgn prosedur audit aktiva lancar dalam siklus kas.. apa bisa dijelaskan sedikit tentang itu…?????????????????

    Mohon bantuannya.
    kirim ke email saya. Asry.thengin@ymail.com

  5. sy mau nanya,, bgmn dgn prosedur audit aktiva lancar dalam siklus kas.. apa bisa dijelaskan sedikit tentang itu…?????????????????

    Mohon bantuannya.
    kirim ke email saya. niajiesaja@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s