PSAK 34 Akuntansi Kontrak Konstruksi (Accounting for Construction Contracts)

Posted: 7 April 2010 in PSAK
Tags: , , , , , ,

Penyatuan dan segmentasi Kontrak Konstruksi

43. Bila suatu kontrak mencakup sejumiah aset, konstruksi dari setiap aset diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi yang terpisah jika:

a) proposal terpisah telah diajukan untuk setiap aset;
b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dan kontraktor serta pemberi kerja dapat menerima atau menolak bagian kontrak yang berhubungan dengan masing masing aset tersebut; dan
c) biaya dan pendapatan masing-masing aset dapat diidentifikasikan .

44. Suatu kelompok kontrak, dengan satu pemberi kerja atau beberapa pemberi kerja, harus diperlakukan sebagai satu kontrak konstruksi jika:

a) kelompok kontrak tersebut dinegosiasikan sebagai satu paket;
b) kontrak tersebut berhubungan erat sekali, sebetulnya kontrak tersebut merupakan bagian dari satu proyek tunggal dengan suatu margin laba; dan
c) kontrak tersebut dilaksanakan secara serentak atau secara berkesinambungan.

45. Suatu kontrak mungkin berisi klausul yang memungkinkan konstruksi aset tambahan atas permintaan pemberi kerja atau dapat diubah sehingga konstruksi aset tambahan dapat dimasukkan ke dalam kontrak tersebut. Konstruksi aset tambahan diperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi terpisah bila:

a) aset tambahan tersebut berbeda secara signifikan dalam rancangan, teknologi atau fungsi dengan aset yang tercakup dalam kontrak semula; atau
b) harga aset tambahan tersebut dinegosiasi tanpa memperhatikan harga kontrak semula.

Pendapatan Kontrak

46. Pendapatan kontrak terdiri dari:

a) nilai pendapatan semula yang disetujui dalam kontrak; dan
b) penyimpangan dal,am pekerjaan kontrak, klaim dan pembayaran insentif:
(i) sepanjang hal ini memungkinkan untuk menghasilkan pendapatan; dan
(ii) dapat diukur secara andal.

Biaya Kontrak

47. Biaya suatu kontrak konstruksi terdiri atas:

a) biaya yang berhubungan langsung dengan kontrak tertentu;
b) biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas kontrak pada umumnya dan dapat dialokasikan ke kontrak tersebut; dan
c) biaya lain semacam itu yang khususnya dapat ditagihkan ke pemberi kerja sesuai isi kontrak.

48. Bila hasil (outcome) kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal, pendapatan kontrak dan biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui masing masing sebagai pendapatan dan beban dengan memperhatikan tahap penyelesaian aktivitas kontrak pada tanggal neraca. Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi tersebut harus segera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 53.

49. Dalam hal kontrak harga tetap, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua hal-hal berikut ini dapat terpenuhi:

a) total pendapatan kontrak dapat diukur secara andal;
b) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan;
c) baik biaya kontrak untuk menyelesaikan kontrak maupun tahap penyelesaian kontrak pada tanggal neraca dapat diukur secara andal; dan
d) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak dapat diidentifikasi dengan jelas sehingga biaya kontrak aktual dapat dibandingkan dengan estimasi sebelumnya.

50. Dalam hal kontrak biaya-plus, hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secara andal bila semua kondisi berikut ini terpenuhi:

a) besar kemungkinan manfaat keekonomian yang berhubungan dengan kontrak tersebut akan tertagih dan mengalir ke perusahaan; dan
b) biaya kontrak yang dapat diatribusi ke kontrak, apakah dapat ditagih atau tidak ke pemberi kerja, dapat di identifikasi dengan jelas dan diukur secara andal.

51. Bila hasil kontrak konstruksi tidak dapat diestimasi secara andal:

a) pendapatan diakui hanya sebesar biaya yang telah terjadi sepanjang biaya tersebut diperkirakan dapat dipulihkan (recoverable); dan
b) biaya kontrak harus diakui sebagai beban dalam periode terjadinya .

Taksiran rugi (expected loss) pada kontrak konstruksi harus seqera diakui sebagai beban sesuai dengan paragraf 53.

52. Bila ketidakpastian yang menghalangi hasil kontrak dapat diestimasi secara andal tidak ada lagi, maka pendapatan dan beban yang berhubungan dengan kontrak konstruksi harus diakui sesuai dengan paragraf 48 dan bukan paragraf 51.

Pengakuan Taksiran Rugi (expected Loss)

53. Bila besar kemungkinan total biaya kontrak akan melebihi total pendapatan kontrak, pengakuan taksiran rugi (expected loss) harus segera diakui.

Pengungkapan

54. Perusahaan harus mengungkapkan:

a) jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatan dalam periode berjalan;
b) metode yang digunakan untuk menentukan pendapatan kontrak yang diakui dalam periode;
c) metode yang digunakan untuk menentukan tahap penyelesaian kontrak (paragraf 23).

55. Perusahaan harus mengungkapkan hal-hal berikut untuk pekerjaan dalam proses penyelesaian pada tanggal neraca:

a) jumlah akumulasi biaya yang terjadi dan laba yang diakui (dikurangi kerugian yang diakui) sampai tanggal neraca;
b) jumlah uang muka yang diterima; dan
c) jumlah retensi.

56. Perusahaan harus menyajikan:

a) jumlah tagihan bruto kepada pemberi kerja sebagai aset; dan
b) jumlah hutang bruto kepada pemberi kerja sebagai kewajiban.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s