Pemeriksaan Pajak

Posted: 29 March 2010 in ARTiCLE

Pemeriksaan menjadi momok bagi masyarakat, kalo ada petugas pajak datang ke wajib pajak apalagi untuk audit pasti wajib pajak pada heboh, kalang-kabut. Sebenarnya kenapa, bagaimana dan Pemeriksaan pajak itu apa ?

Kalau Kita sedang mengalami rasa sakit maka kita perlu ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan, sehingga dilakukan tindakan oleh Dokter dan diberikan pengobatan untuk mencegah maupun mengobati rasa sakit. Demikian halnya dengan Pemeriksaan pada perpajakan.

Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan

Pemeriksaan merupakan suatu konsekwensi dari system perpajakan kita, yaitu self assessment, dimana Wajib pajak berperan aktif mulai dari mendaftarkan sendiri NPWP, Menghitung sendiri pajaknya, membayar sendiri pajaknya dan kemudian melaporkan pajaknya. Jadi Pemeriksaan disini diperlukan untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak terhadap kewajiban perpajakannya.

Apakah Wajib Pajak sudah melakukan perhitungan pajaknya? Apakah Wajib Pajak sudah membayarkan pajaknya? dan apakah Wajib Pajak sudah melaporkan SPT-nya? Jadi untuk menguji apakah kewajiban selaku Wajib Pajak sudah dilaksanakan dan sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku?

Pada prinsipnya pemeriksaan bertujuan menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam rangka memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan kepada masyarakat. Mengingat system perpajakan adalah self assessment, maka apabila semua wajib pajak dalam pemenuhan kewajiban perpajakannya telah sesuai dengan ketentuan perpajakannya, seharusnya hasil pemeriksaan adalah nihil yang kemudian diterbitkan produk hokum berupa Surat Ketetapan Pajak, yang menjadi pegangan kepastian hukum WP. Selain itu juga merupakan pembinaan terhadap Wajib Pajak.

Pemeriksaan pajak pada prinsipnya sebenarnya juga menggunakan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, jadi diawali dengan memeriksaan laporan keuangan komersial, baru kemudian dilakukan penyesuaian-penyesuaian dikarenakan adanya perbedaan antara ketentuan laporan keuangan komersial dan ketentuan perpajakan, yang dikenal dengan istilah koreksi fiscal.

Ruang lingkup pemeriksaan :
1. Pemeriksaan lapangan, pemeriksaan yang dilakukan di lokasi tempat usaha wajib pajak, untuk mengetahui gambaran usaha wajib pajak, meliputi satu jenis pajak maupun semua jenis pajak.
2. Pemeriksaan kantor, pemeriksaan yang dilaksanakan di kantor Ditjen pajak, dilakukan dengan cara korespondensi, sehingga pemberitahuan pemeriksaan dan peminjaman dokumen sampai dengan pemberitahuan hasil pemeriksaan dilakukan melalui korespondensi. Sedangkan pelaksanaan pemeriksaan dilaksanakan di kantor unit DJP.

Dalam tindakan pemeriksaan Wajib Pajak memiliki hak dan kewajiban, antara lain :

• Meminta kepada Pemeriksa Pajak untuk memperlihatkan Tanda Pengenal Pemeriksa.
• Meminta tindasan Surat Perintah Pemeriksaan Pajak
• Menolak untuk diperiksa apabila Pemeriksa tidak dapat menunjukan Tanda Pengenal Pemeriksa dan Surat Perintah Pemeriksaan.
• Meminta penjelasan tentang maksud dan tujuan pemeriksaan
• Meminta tanda bukti peminjaman buku-buku, catatancatatan, serta dokumen-dokumen yang dipinjam oleh Pemeriksa Pajak
• Meminta rincian berkenaan dengan hal-hal yang berbeda antara hasil pemeriksaan dengan Surat Pemberitahuan (SPT) mengenai koreksi-koreksi yang dilakukan oleh Pemeriksa Pajak terhadap SPT yang telah disampaikan.
• Mengajukan pengaduan apabila kerahasiaan usaha dibocorkan kepada pihak lain yang tidak berhak Memperoleh lembar Asli Berita Acara Penyegelan apabila Pemeriksa Pajak melakukan penyegelan atas tempat atau ruangan tertentu.

Kewajiban Wajib Pajak Apabila Dilakukan Pemeriksaan

• Memperlihatkan dan atau meminjamkan buku atau catatan, dokumen yang menjadi dasarnya dan dokumen lainnya yang berhubungan dengan penghasilan yang diperoleh, kegiatan usaha, pekerjaan bebas WP atau objek yang terutang pajak.
• Memberi kesempatan kepada pemeriksa untuk memasuki tempat atau ruangan yang dipandang perlu oleh pemeriksa dan memberi bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
• Memberi keterangan yang diperlukan.

Dirangkum dari talkshow Klinik pajak,
Live at Ria FM 16 Oktober 2008

Pemeriksaan Pajak


Presenter : Nur Agusta, Thomas Widhiasmoro, Raharjo, Chairudin Nur Rachmanto

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s